Program Magister (S2) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) merupakan jenjang pendidikan pascasarjana yang dirancang bagi mereka yang ingin mendalami kajian Al-Qur’an secara lebih komprehensif, kritis, dan metodologis. Jika pada tingkat sarjana (S1) fokus utama berada pada penguasaan dasar-dasar ulumul Qur’an dan pengenalan kitab-kitab tafsir, maka pada tingkat S2 penekanan bergeser ke arah pemikiran epistemologis, metodologi penelitian modern, serta konseptualisasi tafsir terhadap isu-isu kontemporer.
Focus Utama dan Kurikulum
Perkuliahan Magister IAT umumnya mengintegrasikan dua pendekatan utama: pendekatan turats (tradisi keislaman klasik) dan pendekatan hermeneutika/metodologi modern.
Epistemologi dan Metodologi Tafsir: Mengkaji bagaimana sebuah metodologi penafsiran berkembang dari masa klasik, pertengahan, hingga kontemporer.
Kajian Kitab Tafsir Klasik dan Modern: Melakukan pembacaan kritis terhadap karya-karya pemikir besar seperti At-Tabari, Az-Zamakhsyari, Ibn Kathir, hingga mufassir modern seperti Sayyid Qutb, Quraish Shihab, atau Fazlur Rahman.
Studi Orientalisme dan Oksidentalisme: Membedah pandangan sarjana Barat (Barat/Orientalis) terhadap Al-Qur’an serta respons cendekiawan Muslim terhadap kritik tekstual tersebut.
Tafsir Tematik (Maudhu’i) dan Isu Kontemporer: Menganalisis isu-isu krusial seperti hak asasi manusia, gender, ekologi, kebangsaan, dan sains modern melalui lensa Al-Qur’an.
Manuskrip dan Filologi Al-Qur’an: Mempelajari sejarah penulisan, kodifikasi, serta variasi bacaan (qira’at) melalui manuskrip-manuskrip kuno.
Prospek Karir dan Output Lulusan
Lulusan S2 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir memiliki ruang kontribusi yang luas, baik di dunia akademis maupun lembaga sosial-keagamaan:
Dosen dan Akademisi: Mengajar di perguruan tinggi keagamaan Islam (UIN, IAIN, STAIN, atau kampus swasta).
Peneliti (Researcher): Bekerja di lembaga riset keislaman, balai litbang kementerian agama, atau think tank keagamaan.
Mufassir dan Pengembang Konten Keagamaan: Menyusun karya tafsir tematik yang relevan untuk masyarakat umum modern atau menjadi konsultan keagamaan.
Editor dan Penerbitan Buku Islam: Menjadi editor ahli untuk buku-buku terjemahan, kitab turats, maupun jurnal ilmiah keislaman.
Persiapan Sebelum Mendaftar
Untuk memaksimalkan studi di tingkat Magister IAT, beberapa keahlian pendukung sangat disarankan:
Penguasaan Bahasa Arab: Kemampuan membaca teks gundul (gundul/turats) dan memahami tata bahasa Arab (Nahwu-Saraf) secara mendalam.
Pemahaman Bahasa Inggris: Diperlukan untuk mengakses literatur riset internasional dan jurnal-jurnal Islamic Studies bereputasi.
Draft Rencana Penelitian (Proposal Tesis): Menentukan fokus kajian sejak awal—apakah cenderung pada tafsir berbasis teks klasik, studi naskah, atau respons Al-Qur’an terhadap isu sosial modern.


