Dosen Prodi MBS Institut As-Syifa Gelar PKM, Perkuat Kapasitas Kewirausahaan UMKM melalui Bisnis Halal dan Digital Marketing

Subang, 21 Agustus 2026 — Program Studi Manajemen Bisnis (MBS) Institut As-Syifa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk pelatihan kewirausahaan bagi pelaku usaha dan calon pelaku usaha. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) tersebut mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kewirausahaan melalui Strategi Bisnis Halal dan Digital Marketing.”

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama Institut As-Syifa, mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi upaya Institut As-Syifa dalam memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.

PKM tersebut dilaksanakan oleh dosen Program Studi Manajemen Bisnis Institut As-Syifa bekerja sama dengan Aksi Peduli (LAZ Assyifa Peduli/AIP) yang selama ini memiliki mitra binaan dari kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).Adapun tim Dosen sbb : Dr.(c) . Feri Rustandi, M.M, Asep Koswara, ME, Ahmad Sahirul Alim, MA dan Fajri Yoga, M.M

Pelatihan dirancang untuk memberikan penguatan kepada peserta dalam membangun mental kewirausahaan, mengenali peluang usaha, memulai usaha dari sumber daya yang tersedia, serta memahami pentingnya strategi bisnis halal dan pemanfaatan digital marketing dalam mengembangkan usaha.

Dalam sambutannya, Direktur Assyifa Peduli, H. Kamsi, ST, S.Ag., MT., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi menjadi wahana pengembangan kapasitas kewirausahaan yang lebih produktif dan memberikan dampak nyata bagi peserta.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi wahana pengembangan kapasitas kewirausahaan yang lebih produktif dan berdampak,” ujar H. Kamsi.

Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Asep Koswara, M.E., menyampaikan bahwa kerja sama antara program studi dengan Aksi Peduli merupakan langkah awal yang diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi.

“Kerja sama ini merupakan bagian pembuka dan mudah-mudahan dapat terus berkelanjutan sebagai salah satu jawaban atas implementasi Tridharma Perguruan Tinggi,” ungkap Asep Koswara.

Dalam sesi pelatihan, peserta juga diajak untuk melihat kewirausahaan secara lebih sederhana dan realistis. Berwirausaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar, toko, maupun sumber daya yang banyak. Peserta didorong untuk mampu mengidentifikasi kebutuhan di lingkungan sekitar, memanfaatkan keterampilan dan jaringan yang dimiliki, serta memulai usaha dalam skala kecil dan mengembangkannya secara bertahap.
Selain aspek kewirausahaan, pelatihan juga memberikan penguatan mengenai bisnis halal dan digital marketing sebagai bagian penting dalam pengembangan usaha di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi digital.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya pola pendampingan yang lebih berkelanjutan antara Institut As-Syifa dan Aksi Peduli, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM binaan. Dengan demikian, keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada transfer pengetahuan melalui pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui pendampingan, pengembangan usaha, dan pengukuran perubahan atau dampak program.
Melalui sinergi tersebut, Institut As-Syifa dan Assyifa Peduli berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya pelaku usaha yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga menjunjung prinsip halal, amanah, profesional, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 19 =

Scroll to Top