Mahasiswa Internasional Asal Turkiye Sukses Laksanakan Munaqosyah Skripsi Full Bahasa Arab di Institut As-Syifa

Subang, 25 Agustus 2026 — Institut As-Syifa kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan akademik yang berorientasi internasional. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Munaqosyah Skripsi dengan menggunakan bahasa Arab secara penuh yang diikuti oleh mahasiswa internasional asal Sakarya, Turkiye, Muhammed Sıddık Enfal Çelenk.

Munaqosyah dilaksanakan secara daring dalam suasana akademik yang berlangsung serius dan dinamis. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, pemaparan hasil penelitian, sesi tanya jawab, pendalaman materi, hingga penyampaian hasil ujian, dilaksanakan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa akademik.

Dalam munaqosyah tersebut, Muhammed Sıddık Enfal Çelenk mempresentasikan skripsinya yang berjudul:

“طلبات العودة إلى الدنيا بين ردّ الإشكال الظاهري في القرآن الكريم وآيات الإحياء الاستثنائي: دراسة في إطار علم مشكل القرآن”

yang mengkaji persoalan permintaan manusia untuk kembali ke dunia setelah kematian dan kaitannya dengan ayat-ayat Al-Qur’an tentang penghidupan kembali secara khusus.

Penelitian tersebut berangkat dari adanya persoalan yang secara sekilas tampak kontradiktif. Di satu sisi, Al-Qur’an menggambarkan adanya orang-orang yang telah meninggal dan memohon agar dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki amal mereka. Di sisi lain, Al-Qur’an juga menyebutkan sejumlah peristiwa penghidupan kembali orang yang telah meninggal.

Melalui kajian terhadap konteks, subjek, waktu, tujuan, kondisi, serta aspek kehendak Allah dalam masing-masing ayat, penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat pertentangan hakiki antara kedua kelompok ayat tersebut. Perbedaan konteks dan karakter masing-masing peristiwa menjadi salah satu kunci dalam memahami persoalan tersebut

Penelitian ini dibimbing langsung oleh Dr. Sofyan Puji Pranata, M.Ag., Rektor Institut As-Syifa. Sementara itu, dalam pelaksanaan munaqosyah, mahasiswa diuji oleh dua dosen penguji lulusan Mesir dan Sudan yaitu Farhan Muhammad, Lc., M.Ag. dan Agus Supriatna, B.A., M.Ed., Ph.D.

Dalam sesi pengujian, mahasiswa tidak hanya diminta menjelaskan hasil penelitiannya, tetapi juga mempertanggungjawabkan dasar pemilihan masalah, metodologi penelitian, sumber-sumber yang digunakan, serta argumentasi ilmiah yang dibangun dalam skripsinya.

Penggunaan bahasa Arab secara penuh dalam munaqosyah menjadi salah satu aspek menarik dalam pelaksanaan ujian tersebut. Mahasiswa mampu mempresentasikan penelitian sekaligus merespons pertanyaan dan pendalaman dari para penguji dalam bahasa Arab.

Setelah melalui seluruh rangkaian presentasi dan pengujian serta proses penilaian oleh tim penguji, Muhammed Sıddık Enfal Çelenk dinyatakan lulus dengan predikat Mumtaz (dengan pujian).

Predikat tersebut menjadi apresiasi atas capaian akademik mahasiswa dalam menyelesaikan penelitian sekaligus mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji.

Pelaksanaan munaqosyah ini menjadi salah satu momentum penting bagi Institut As-Syifa dalam memperkuat atmosfer akademik yang berbasis bahasa Arab, penelitian ilmiah, dan internasionalisasi pendidikan tinggi.

Kehadiran mahasiswa internasional dari Sakarya, Turkiye, serta pelaksanaan munaqosyah dalam bahasa Arab menunjukkan bahwa lingkungan akademik Institut As-Syifa terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara dan terus diarahkan untuk membangun jejaring keilmuan lintas negara.

Lebih dari sekadar pelaksanaan ujian akhir studi, munaqosyah ini menjadi gambaran bahwa bahasa Arab di Institut As-Syifa tidak hanya dipelajari sebagai mata kuliah, tetapi juga digunakan sebagai bahasa komunikasi dan aktivitas akademik, termasuk dalam presentasi dan mempertahankan karya ilmiah. Hal tersebut sejalan dengan semangat Institut As-Syifa untuk mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang memadukan keislaman, keilmuan, kemampuan bahasa, penelitian, dan wawasan global.

Keberhasilan mahasiswa internasional ini menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sekaligus menjadi salah satu bukti nyata bahwa Institut As-Syifa terus membuka ruang bagi lahirnya pengalaman akademik internasional di lingkungan perguruan tinggi Islam Indonesia.

Selamat kepada Muhammed Sıddık Enfal Çelenk atas capaian akademiknya. Semoga ilmu dan penelitian yang telah dilakukan memberikan manfaat dan menjadi bekal untuk melanjutkan kontribusi di dunia akademik dan masyarakat internasional.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 1 =

Scroll to Top