Sakarya, Turki — Institut As-Syifa memenuhi undangan pimpinan Bilge İnsan Akademi, Syekh İsmail Hakkı Eren Al-Abbasi, untuk menghadiri Senedi Muttasıl İlmî İcazet Merasimi yang diselenggarakan di Şaheser Düğün ve Kongre Sarayı, Erenler, Sakarya, Turki, Sabtu, 26 September 2026. Acara yang diinisiasi Bilge İnsan Akademi tersebut menjadi momentum pertemuan para ulama, akademisi, penuntut ilmu, dan tamu undangan dari berbagai negara.
Mewakili Rektor Institut As-Syifa, hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik, Agus Supriatna, B.A., M.Ed., Ph.D. Kehadiran Institut As-Syifa merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional, khususnya dengan lembaga pendidikan dan para ulama yang bergerak dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman.
Acara bertajuk Senedi Muttasıl İlmî İcazet Merasimi tersebut merupakan prosesi pemberian ijazah ilmiah kepada para pelajar yang telah menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an dan hadis. Kegiatan ini dihadiri para penuntut ilmu serta ulama dari berbagai wilayah.
Sejumlah ulama dan tokoh internasional turut hadir dalam perhelatan tersebut. Di antaranya Syekh Dr. Muhammad Ya’qub Ad-Dahlawi dari Madinah Al-Munawwarah, Arab Saudi, serta Syekh Muhammad Zubair Usmani dari Jamia Darul Uloom Karachi, Pakistan. Selain itu, hadir pula sejumlah ulama dan tokoh penting lainnya, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri Turki.
Kehadiran para ulama lintas negara menjadikan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai seremoni penganugerahan ijazah, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi keilmuan dan penguatan jejaring antar-lembaga pendidikan Islam. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai pertemuan keilmuan dan persaudaraan yang mempertemukan para pelajar serta ulama dari berbagai negara.

Jajaki Kerja Sama dengan Institut As-Syifa
Di sela-sela rangkaian kegiatan, Syekh İsmail Hakkı Eren Al-Abbasi menjamu para ulama dan tamu undangan. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi dan menjajaki berbagai peluang kerja sama internasional, termasuk dengan Institut As-Syifa.
Pembicaraan awal dengan Institut As-Syifa mencakup peluang pengembangan ilmu-ilmu syar’i, pertukaran pengalaman dan keilmuan, penguatan jejaring antar-lembaga, serta optimalisasi potensi mahasiswa dan alumni. Penjajakan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program akademik dan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga.
Wakil Rektor I Institut As-Syifa, Agus Supriatna, B.A., M.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa forum internasional seperti ini membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memperluas jejaring sekaligus mempertemukan tradisi keilmuan dari berbagai negara.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi Institut As-Syifa untuk membangun silaturahmi keilmuan dan membuka peluang kolaborasi internasional. Kami berharap penjajakan ini dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret dalam pengembangan ilmu syar’i, pertukaran pengalaman akademik, serta peningkatan kapasitas mahasiswa dan alumni.”
Melalui penguatan jejaring dan kerja sama internasional tersebut, Institut As-Syifa berpeluang semakin memperluas ekosistem akademiknya pada tingkat global, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi sivitas akademika untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi dengan lembaga serta para ulama dari berbagai negara.
Kehadiran Institut As-Syifa di Sakarya juga menjadi bagian dari langkah internasionalisasi institusi, sejalan dengan komitmen untuk mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang memiliki jejaring luas dan mampu berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di tingkat nasional maupun internasional.


