JAKARTA – Yayasan As-Syifa melakukan kunjungan diplomatik penting ke Kedutaan Besar Turki di Jakarta pada Senin (27/04/2026) guna menjajaki berbagai peluang kolaborasi strategis di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Kunjungan ini disambut langsung oleh Duta Besar Turki untuk Indonesia, Prof. Dr. Talip Küçükcan, didampingi Konselor Urusan Keagamaan, Bapak Abdul Hamid Eşmalı. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mempererat hubungan sejarah kedua negara melalui program-program konkret yang dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Salah satu poin utama pembahasan adalah rencana pembukaan Turkish Corner dan kursus bahasa Turki di lingkungan As-Syifa. Dubes Talip Küçükcan memberikan lampu hijau sebagai langkah awal melalui kerja sama dengan Yunus Emre Institute. Menariknya, Yunus Emre Institute berkomitmen untuk mendukung penuh penyediaan tenaga pengajar dan fasilitas kelas secara gratis. Pihak As-Syifa kini tengah menyiapkan skema implementasi kursus yang efektif, termasuk melakukan check-sound untuk mengukur antusiasme santri agar program ini berjalan secara serius dan berkelanjutan.
Di sektor pendidikan dan beasiswa, pertemuan ini membuka pintu lebar bagi santri As-Syifa untuk mengakses beasiswa Diyanet (TDV) serta jalur pendidikan di yayasan-yayasan ternama Turki seperti Ilim Yayma, Tugva, dan Mahmud Hudayi. Tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota beasiswa terbesar sebanyak 30 penerima untuk tingkat SMA (Imam Hatip) dan S1. Pihak kedutaan juga mendorong Institut As-Syifa untuk memperluas jangkauan kerja sama dengan universitas negeri di Turki, di mana pihak kedutaan siap menjembatani proses administrasi dan memfasilitasi kebutuhan visa pendidikan.
Selain pendidikan, kolaborasi juga diarahkan pada bidang kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat melalui lembaga hibah TIKA dan Turkiye Diyanet Vakfi (TDV). Peluang ini mencakup program rutin seperti bantuan Ramadhan, Qurban, hingga pengembangan infrastruktur dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat di daerah Subang. Duta Besar menegaskan bahwa Kedutaan Besar Turki akan berperan aktif dalam merekomendasikan dan mendorong percepatan proposal yang diajukan oleh As-Syifa kepada para pemangku kepentingan terkait di Turki.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, As-Syifa akan segera melakukan penyusunan draf MoU yang lebih detail serta mempersiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan. Langkah awal akan difokuskan pada pusat koordinasi di Subang sebelum nantinya dikembangkan ke seluruh kampus. Dengan dukungan teknis dari Yunus Emre Institute dan arahan diplomatik dari Kedutaan Besar, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing internasional bagi para santri serta memperkuat peran As-Syifa dalam kancah pendidikan global.


