Haru dan Membanggakan, Dr. Apri Wardana Ritonga Raih Gelar Doktor di Usia 31 Tahun

Suasana haru menyelimuti sidang terbuka promosi doktor dosen sekaligus Kepala LPPM Institut As-Syifa, Dr. Apri Wardana Ritonga, S.Pd., M.Pd., di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (22/5/2026). Di usia yang baru menginjak 31 tahun, putra kelahiran Pasir Sidimpuan, 9 Juni 1994 tersebut resmi menyandang gelar doktor dengan predikat Mumtaz atau cumlaude.

 

Capaian tersebut menjadi semakin istimewa karena perjalanan akademik Dr. Apri lahir dari keluarga sederhana di kampung. Kedua orang tuanya bahkan belum sempat menamatkan pendidikan sekolah dasar. Namun di tengah segala keterbatasan, mereka memiliki keyakinan kuat bahwa pendidikan adalah jalan perubahan hidup bagi anak-anaknya.

 

Pengorbanan dan perjuangan orang tua itu disampaikan langsung oleh Dr. Apri dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca saat menyampaikan sambutan usai pembacaan hasil sidang. Momen tersebut membuat suasana ruang sidang menjadi penuh haru. Ia mengenang bagaimana kedua orang tuanya berjuang membesarkan keluarga dengan keterbatasan, namun tetap menanamkan semangat pendidikan hingga seluruh anak-anaknya mampu mengenyam bangku kuliah, bahkan salah satunya berhasil meraih gelar doktor.

 

Perjalanan akademik Dr. Apri sendiri berlangsung sangat progresif. Ia menyelesaikan pendidikan strata satu di UIN Imam Bonjol Padang pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) tahun 2019. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) pada tahun 2021.

 

Tidak berhenti di sana, semangat belajarnya membawanya kembali melanjutkan studi doktoral di kampus yang sama sebagai awardee LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kesempatan tersebut menjadi pijakan penting dalam perjalanan intelektualnya hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi doktor di usia muda.

Dalam sidang terbuka tersebut, Dr. Apri mempertahankan disertasi berjudul

“السياسة اللغوية والتخطيط اللغوي في تعليم اللغة العربية بجامعة موالنا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج وجامعة دار السلام كونتور”.

Penelitian itu mengangkat tema language policy atau kebijakan bahasa sebagai cabang kajian sosiolinguistik dengan merujuk pada teori Bernard Spolsky mengenai kebijakan dan perencanaan bahasa.

Menariknya, seluruh proses sidang berlangsung menggunakan Bahasa Arab. Dalam salah satu sesi, promotor sekaligus penguji, Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, Lc., M.A., memberikan kesempatan kepada Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, TGH Dr. Lalu Agus Pujiarta, untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada promovendus.

Dengan menggunakan Bahasa Arab, Dr. Lalu mengajukan pertanyaan tentang kesiapan Dr. Apri dalam menerapkan hasil disertasinya di dunia akademik, khususnya sebagai dosen di Institut As-Syifa. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penuh keyakinan oleh Dr. Apri. Ia menegaskan bahwa implementasi gagasan dalam disertasinya tidak akan berhenti pada ranah teoritis semata, tetapi akan diwujudkan melalui kiprah nyata di lapangan, terutama dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab dan budaya akademik di Institut As-Syifa.

Sidang promosi doktor tersebut juga dihadiri oleh Dr. Sofyan Puji Pranata selaku Rektor Institut As-Syifa sekaligus Direktur Dikti Yayasan, serta Warek 1 Bidang Akademik Agus Supriatna, B.A.,M.Ed.,Ph.D..Kehadiran pimpinan kampus menjadi bentuk dukungan dan apresiasi atas capaian akademik yang membanggakan tersebut.

Keberhasilan Dr. Apri Wardana Ritonga menjadi doktor di usia muda bukan hanya tentang pencapaian gelar akademik, tetapi juga tentang perjuangan, doa orang tua, dan keyakinan bahwa pendidikan mampu mengubah kehidupan. Dari kampung sederhana di Pasir Sidimpuan hingga menyandang gelar doktor sebagai awardee LPDP, kisah Dr. Apri menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda untuk terus bermimpi besar dan berjuang tanpa menyerah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + two =

Scroll to Top