Kopertais Wilayah II Jawa Barat Gelar Monev, Institut As-Syifa Mantapkan Langkah Menuju Universitas
SUBANG — Institut As-Syifa menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, dan pematangan rencana pengembangan Institut As-Syifa menuju universitas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Agus Supriatna, B.A., M.Ed., Ph.D., Wakil Rektor III, Feri Rustandi, M.M., serta jajaran sivitas akademika Institut As-Syifa. Sementara itu, Kopertais Wilayah II Jawa Barat diwakili oleh Dr. Aang Mahyani, S.Pd., M.Ag., yang memberikan apresiasi sekaligus sejumlah arahan strategis bagi pengembangan institusi ke depan.
Mengawali pertemuan, Wakil Rektor I Agus Supriatna menyampaikan salam dari Rektor Institut As-Syifa sekaligus permohonan maaf atas ketidakhadiran beliau karena sedang menghadiri pertemuan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek) dalam rangka membahas persiapan pendirian Universitas As-Syifa.
Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan laporan perkembangan institusi, terutama terkait penataan administrasi akademik dan pemenuhan standar mutu setelah perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut.
Ia menjelaskan bahwa tim institusi saat ini tengah memproses akreditasi pascaperubahan bentuk, yang mencakup empat program studi dan satu akreditasi institusi. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.
Selain itu, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) direncanakan mengajukan akreditasi pertama pada tahun mendatang. Institut As-Syifa juga tengah menuntaskan proses registrasi dosen dengan target pemenuhan minimal lima dosen untuk setiap program studi sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Dari sisi administrasi akademik, pelaporan semester genap tahun akademik 2025/2026 masih dalam proses penyelesaian dan telah memasuki tahap akhir.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan komitmen Institut As-Syifa untuk memperkuat fondasi kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta memastikan kesiapan institusi dalam menghadapi tahapan pengembangan berikutnya.
Dalam arahannya, Dr. Aang Mahyani menyampaikan apresiasi atas perkembangan Institut As-Syifa. Ia menilai bahwa kemajuan yang telah dicapai merupakan modal penting untuk melanjutkan pengembangan institusi secara terencana dan berkelanjutan.
Berkenaan dengan momentum Hari Santri, ia juga mendorong Institut As-Syifa untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri. Potensi pesantren dan para alumninya dinilai dapat menjadi peluang strategis dalam memperkuat basis mahasiswa sekaligus mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta memiliki potensi dan keunggulan tersendiri, termasuk tradisi pembelajaran Al-Qur’an dan pembentukan karakter keislaman. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan kompetensi akademik, keterampilan profesional, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.
Dr. Aang juga menyampaikan gagasan mengenai penggunaan nama As-Syifa University sebagai salah satu opsi penjenamaan institusi pada masa mendatang. Penamaan tersebut diharapkan dapat mendukung visi kampus untuk berkembang dengan orientasi global, tanpa meninggalkan identitas keislaman dan nilai-nilai yang menjadi fondasi pendidikannya.
Lebih lanjut, Dr. Aang menekankan tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian Institut As-Syifa, yaitu quality improvement (peningkatan mutu), sustainability (keberlanjutan), dan networking (penguatan jejaring).
Peningkatan mutu perlu diwujudkan melalui penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi dosen, peningkatan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta perbaikan tata kelola institusi. Sementara itu, aspek keberlanjutan berkaitan dengan kemampuan kampus menjaga konsistensi pertumbuhan akademik dan kelembagaan dalam jangka panjang.
Adapun penguatan jejaring dapat dilakukan melalui perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan mitra internasional. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi akademik sekaligus memperluas kontribusi Institut As-Syifa bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah sebagai pertimbangan dalam menyusun strategi pengembangan kampus. Pendidikan tinggi, menurutnya, perlu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan Jawa Barat.
Dalam rencana pengembangan program studi baru, Dr. Aang mengingatkan agar Institut As-Syifa melakukan kajian yang matang sebelum menentukan bidang yang akan dibuka. Analisis perlu mencakup minat calon mahasiswa, kebutuhan tenaga kerja, prospek lulusan, ketersediaan dosen, kesiapan sarana prasarana, serta keberlanjutan penyelenggaraan program studi.
Sejumlah bidang yang dapat dikaji lebih lanjut antara lain Manajemen Industri Halal dan Teknologi Pangan. Kedua bidang tersebut dinilai relevan untuk dipertimbangkan dalam konteks kebutuhan industri dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat, dengan tetap memperhatikan kelayakan akademik serta ketentuan perizinan yang berlaku.
Ia turut mengingatkan pentingnya mencermati regulasi pengembangan perguruan tinggi keagamaan, termasuk ketentuan mengenai proporsi program studi keagamaan dan program studi umum. Karena itu, setiap rencana pembukaan program studi perlu diselaraskan dengan regulasi yang berlaku, arah pengembangan institusi, dan kebutuhan riil masyarakat.
Dari sisi sarana dan prasarana, Dr. Aang menilai bahwa Institut As-Syifa telah memiliki modal yang memadai untuk mendukung pengembangan kampus. Modal tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, dan perencanaan kelembagaan yang terukur.
Kunjungan Monev ini menjadi momentum penting bagi Institut As-Syifa untuk mengevaluasi capaian sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat dalam proses pengembangan institusi.
Masukan dan arahan dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun prioritas program, menyelesaikan proses akreditasi, meningkatkan mutu akademik, serta mematangkan perencanaan pendirian Universitas As-Syifa.
Dengan dukungan yayasan, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika, Institut As-Syifa berkomitmen melanjutkan transformasi kelembagaan secara bertahap dan berkelanjutan. Langkah ini diarahkan untuk mewujudkan perguruan tinggi Islam yang unggul dalam mutu, kuat dalam karakter keislaman, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan terbuka terhadap kolaborasi global.


